Pertumbuhan Bisnis Kamu Ada di Tahap Mana?

Pertumbuhan Bisnis Kamu Ada di Tahap Mana?

Growther.id

Hi growth people! Sebagai entrepreneur, memastikan sustainability dari sebuah bisnis bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Business owner harus menjadi seorang pemimpin yang visioner, memiliki skill manajemen yang baik dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Ada lima tahap pertumbuhan bisnis yang apabila diibaratkan sebuah games, ada bisnis yang naik level dengan mudah, ada bisnis yang mati-matian naik level dan ada bisnis yang tidak mampu naik level, menyerah dan mati perlahan-lahan.

Tahap 1: Exsistence

Dalam tahap ini masalah utama bisnis adalah mendapatkan pelanggan, mengirimkan produk atau memberikan layanan. Fokus bisnis di tahap ini adalah:

  • Jumlah pelanggan.
  • Cara menyampaikan produk/layanan.
  • Menjaga kepuasan pelanggan.
  • Meningkatkan jumlah pelanggan.
  • Menambah jenis produk/layanan.
  • Menjaga cash flow.

Struktur organisasinya sangat sederhana, pemilik melakukan segalanya dan secara langsung mengawasi bawahan yang setidaknya harus memiliki kompetensi rata-rata. Sistem dan perencanaan bisnisnya sangat minimal atau tidak ada sama sekali. Strategi perusahaan hanyalah untuk tetap hidup. Pemilik adalah bisnis, melakukan semua tugas penting, dan merupakan pemasok utama modal, energi, arahan, dengan kerabat dan teman.

Banyak perusahaan yang tidak pernah mendapatkan pelanggan atau memiliki produk yang memadai untuk menjadi layak. Dalam kasus ini, pemilik menutup bisnis ketika modal awal habis dan jika beruntung menjual aset-asetnya. Dalam beberapa kasus, pemilik tidak dapat menerima tuntutan waktu, keuangan, dan energi mereka.

Tahap 2: Survival

Dalam mencapai tahap ini, bisnis telah menunjukkan sebagai entitas bisnis yang bisa dijalankan. Memiliki cukup pelanggan yang cukup dipuaskan dengan produk atau layanannya. Masalah utama bergeser dari eksistensi ke hubungan antara pendapatan dan pengeluaran. Masalah utamanya adalah sebagai berikut:

  • Dalam jangka pendek, dapatkah menghasilkan cukup uang tunai untuk mencapai BEP dan untuk menutupi perbaikan atau penggantian aset modal.
  • Dapatkah menghasilkan arus kas yang cukup untuk bertahan dalam bisnis dan untuk membiayai pertumbuhan ke ukuran yang cukup besar (mengingat sektor industri dan market share) untuk memperoleh keuntungan ekonomi atas aset dan tenaga kerja.

Organisasinya masih sederhana, perusahaan mungkin memiliki sejumlah karyawan yang diawasi oleh manajer penjualan atau supervisor yang hanya melaksanakan perintah pemilik. Tujuan utamanya tetap bertahan hidup, dan pemiliknya masih identik dengan bisnis.

Dalam tahap ini perusahaan dapat tumbuh dalam ukuran dan profitabilitas untuk mampu melanjutkan ke tahap 3. Beberapa dari bisnis ini telah mengembangkan kelangsungan ekonomi yang cukup untuk akhirnya menjual perusahaannya, biasanya dengan kerugian kecil. Atau mereka mungkin gagal sama sekali dan kehilangan eksistensi.

Tahap 3: Success

Keputusan yang dihadapi pemilik pada tahap ini adalah apakah akan mengeksploitasi pencapaian perusahaan atau menjaga perusahaan tetap stabil dan menguntungkan. Masalah utamanya adalah apakah akan menggunakan perusahaan sebagai platform untuk pertumbuhan atau sebagai sarana dukungan bagi pemilik saat mereka melepaskan diri (sepenuhnya atau hanya sebagian) dari perusahaan. Di balik pelepasan tersebut mungkin ada keinginan untuk memulai perusahaan baru, mencalonkan diri untuk jabatan politik, atau sekadar mengejar hobi dan kepentingan luar lainnya sambil mempertahankan bisnis lebih dalam status quo.

Dalam tahap ini, perusahaan telah mencapai kemampuan ekonomi yang sehat, memiliki kapasitas yang memadai dan memperoleh keuntungan di atas rata-rata. Perusahaan dapat bertahan pada tahap ini tanpa batas waktu, asalkan inisiatif yang dilakukan tidak mempengaruhi market share atau manajemen yang tidak efektif dalam menyiasati kompetisi. Dana berlimpah dan perhatian utamanya adalah untuk menghindari pengurasan dana di periode makmur yang akan mengurangi kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam masa sulit yang tak terhindarkan.

Selain itu, staf profesional pertama (pro-hire) akan bergabung. Sistem keuangan, pemasaran, dan produksi dasar sudah ada. Perencanaan dalam bentuk anggaran operasional mendukung pendelegasian fungsional. Pemilik dan manajer perusahaan, harus memantau strategi untuk mempertahankan status quo. Jika perusahaan dapat terus beradaptasi dengan perubahan, maka dapat berlanjut sebagaimana adanya, dijual atau melakukan merger untuk mendapatkan keuntungan.

Tahap 4: Take-off

Dalam tahap ini, masalah utama adalah bagaimana berkembang pesat dan bagaimana mendanai pertumbuhan tersebut. Pertanyaan terpenting di tahap ini:

  • Delegasi, dapatkah pemilik mendelegasikan tanggung jawab kepada orang lain untuk meningkatkan efektivitas manajerial dari perusahaan yang berkembang pesat dan semakin kompleks?
  • Dana, akankah cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan (seringkali pemilik harus mentolerir rasio hutang-ekuitas yang tinggi), arus kas yang terkikis karena kurangnya kontrol atau mungkin akibat investasi yang tidak menguntungkan.

Manajer utama harus sangat kompeten untuk beradaptasi dengan perubahan yang terus berkembang dan kompleks. Perencanaan operasional dan strategis dilakukan dan melibatkan para manajer utama. Pemilik dan bisnis telah menjadi terpisah secara wajar, namun perusahaan masih didominasi oleh keberadaan pemilik dan kontrol saham.

Ini adalah periode penting dalam kehidupan perusahaan. Jika pemilik mampu menghadapi tantangan perusahaan yang sedang tumbuh, baik secara finansial maupun manajerial, maka akan menjadi bisnis yang besar. Jika tidak, biasanya dapat dijual (dengan memperoleh keuntungan) asalkan pemiliknya segera menyadari keterbatasannya. Sangat banyak perusahaan tidak berhasil di Tahap ini, baik karena mereka mencoba tumbuh terlalu cepat dan kehabisan uang tunai (pemilik menjadi korban sindrom kekuasaan), atau tidak dapat mendelegasikan secara efektif untuk membuat perusahaan bekerja (the omniscience syndrome). Seringkali pemilik bisnis yang mencapai ke tahap sukses diganti secara sukarela atau tidak sukarela oleh investor atau kreditor perusahaan.

Tahap 5: Resource Maturity

Perhatian terbesar dari perusahaan yang memasuki tahap ini adalah:

  • Mengkonsolidasikan dan mengontrol keuntungan finansial yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang cepat.
  • Mempertahankan keuntungan dari ukuran kecil, termasuk fleksibilitas respon dan memiliki semangat entrepreneur.

Perusahaan harus memperluas kekuatan manajemen dengan cukup cepat untuk menghilangkan inefisiensi yang dihasilkan oleh pertumbuhan dan memprofesionalkan perusahaan melalui perencanaan strategis. Perusahaan memiliki staf dan sumber daya keuangan untuk terlibat dalam perencanaan operasional dan strategis yang terperinci. Manajemennya terdesentralisasi, memiliki staf yang memadai, dan berpengalaman. Dan sistemnya ekstensif dan berkembang dengan baik. Pemilik dan bisnis cukup terpisah, baik secara finansial maupun operasional.

Perusahaan sekarang memiliki keunggulan kapasitas, sumber daya keuangan, dan bakat manajerial. Jika dapat mempertahankan semangat entrepreneur-nya, akan menjadi kekuatan yang tangguh di market. Dan mungkin memasuki tahap keenam macam: osifikasi.

Osifikasi ditandai dengan kurangnya pengambilan keputusan inovatif dan penghindaran risiko. Secara umum terjadi di perusahaan besar yang pangsa pasarnya cukup besar, daya beli, dan sumber daya keuangannya membuat mereka tetap bertahan sampai ada perubahan besar di market. Biasanya pesaing mereka yang berkembang pesat adalah yang cepat beradaptasi dengan perubahan market.

Key management factors

Ada beberapa faktor yang berubah kepentingannya seiring pertumbuhan dan perkembangan bisnis, sifatnya krusial dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan akhir.

Empat di antaranya terkait dengan perusahaan dan empat lainnya terkait dengan pemilik perusahaan.

Empat yang berhubungan dengan perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Sumber daya keuangan, termasuk uang tunai dan daya pinjaman.
  • Sumber daya personil, berkaitan dengan jumlah, kedalaman, dan kualitas personil, terutama di tingkat manajemen dan staf.
  • Sumber daya sistem, dalam hal tingkat kecanggihan baik sistem informasi maupun perencanaan dan pengendalian.
  • Sumber daya bisnis, termasuk hubungan pelanggan, pangsa pasar, hubungan pemasok, proses produksi dan distribusi, teknologi dan reputasi, yang semuanya memberikan posisi perusahaan dalam industri dan pasarnya.

Empat faktor yang terkait dengan pemilik perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Tujuan pemilik untuk dirinya sendiri dan untuk bisnis.
  • Kemampuan operasional pemilik dalam melakukan pekerjaan penting seperti pemasaran, inovasi, produksi, dan pengelolaan distribusi.
  • Kemampuan manajerial pemilik dan kemauan untuk mendelegasikan tanggung jawab dan manajemen tim.
  • Kemampuan strategis pemilik untuk melihat situasi yang akan datang dan mencocokkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan tujuannya.

Bisnis kamu sekarang ada di tahap mana? Let’s Keep Growing Together!

Source: Harvard Business Review.

×