A Post-Pandemic Business Survival

A Post-Pandemic Business Survival

bisnis pandemi

Hi growth people, sudah sekitar 2 tahun ini kita para pelaku bisnis dipaksa beradaptasi dengan dampak global dari situasi pandemi (yang sampai saat ini masih terus berlangsung).

Kami pun sejak Q1 2020, yang berfokus di sektor jasa pendirian dan pengembangan badan usaha (legal business tech) menjadi sasaran langsung dan empuk karena jenis layanan yang kami sediakan menjadi tidak appealing disaat satu-satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian.

Teorinya, siapa sih yang mau invest bikin perusahaan disaat banyak perusahaan lain di semesta ini harus me-layoff karyawannya?

Apakah teori diatas valid? Apa yang kami lakukan untuk survive? Akan kita bahas di artikel ini.

Action Plan.

Walaupun operating fixed cost kami yang biasa saja terasa seperti debt collector, tidak ada opsi selain the show must go on yang berdarah-darah.

Demi menjaga kapal tetap berlayar, kami tidak merubah O2O (online to offline) sebagai model bisnis dasar dan menyusun action plan:

  1. Menerapkan bagian dari The Ansoff Matrix;
  2. Yang kami mulai dari new product development and diversification;
  3. Dilanjutkan dengan repricing strategy.

Survival.

Improvement mulai terlihat di Q4 2020 dalam hal new account number, sales conversion rate dan zero complaint yang juga menjadikan kami tetap bertahan di tahap survival (baca artikel kami: Pertumbuhan Bisnis Kamu Ada Di Tahap Mana?).

Kontribusi dari cross-sell product pun membantu kami survive selama 2021 dengan peningkatan average monthly sales di 23% (versus Q4 2020).

Theory Validity

Actual result diatas menyimpulkan bahwa puluhan perusahaan baru telah kami bantu pendirian dan pengembangannya selama masa pandemi, yang menjadikan teori diatas menjadi tidak valid (namanya juga teori).

Ketidakvalidan teori diatas kami yakini bukan hanya karena keberuntungan kami ketika belajar menyusun dan menerapkan action plan diatas, tapi juga karena jenis layanan kami yang menyediakan kemudahan pendirian badan usaha dan pengembangannya sejalan dengan:

  1. Market buying power yang berangsur membaik.
  2. Tumbuhnya peluang-peluang bisnis baru di berbagai sektor dan kelas.
  3. Para creative unemployments yang menjadi freelancer dan business owner baru.
  4. Startup(s) yang sudah berada ditahap scaling up preparation.

Lalu, mengenai para perusahaan baru yang kami bantu pendirian dan pengambangannya:

  1. Bagaimana keberlangsungannya?
  2. Sebesar apa pendapatannya?
  3. Kegiatan usaha apa saja yang dijalankan?
  4. Strategi apa yang mereka gunakan untuk berkembang di masa pandemi ini?

Akan kita bahas di artikel-artikel selanjutnya.

Apakah anda termasuk barisan kapal yang ingin terus berlayar? Let’s talk and grow together!

×